08.07.2019

Lebih dari 4000 Orang Hadir di 1000 Tenda Kaldera Toba Festival!

Sebuah acara di tepi Danau Toba atas kolaborasi dengan desa lokal yang diikuti oleh ribuan peserta, dengan salah satu topik diskusi mengenai masa depan generasi muda Indonesia.

©Rumah Karya Indonesia

Ribuan tenda warna-warni berjejer di pinggiran Danau Toba, salah satu danau paling indah dan terkenal di Indonesia, yang terletak di kaldera bekas letusan gunung berapi di pulau Sumatra di bagian barat Indonesia.

Hampir 4.400 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan dari luar Indonesia datang ke festival yang menggabungkan konsep berkemah dengan diskusi untuk pertama kalinya.

Lokasi kemah yang berada di tengah-tengah hamparan pemandangan danau dan bukit yang luar biasa semakin dipercantik dengan sejumlah pameran kesenian serta kegiatan workshop dan diskusi di berbagai tenda terbuka. Tidak ketinggalan pula berbagai penampilan musik sepanjang malam.

©Rumah Karya Indonesia | Tumpak Winmark Hutabarat with peace sign (center)

"Pada tanggal 28-30 Juni 2019 yang lalu, mimpi saya akhirnya terwujud di Indonesia untuk melaksanakan kegiatan dengan konsep yang sama seperti yang saya ikuti di Jerman, yaitu 1000 Tenda Kaldera Toba Festival," ujar pendiri dan Direktur Festival - Tumpak Winmark Hutabarat.

Tumpak merupakan salah seorang alumni Degrowth Summer School yang bertemakan Climate Change, pada musim panas 2018 di Leipzig, Jerman dengan didukung oleh FES pada saat itu.

"Meskipun acara ini dibalut dengan suasana camping dan malam harinya ada pertunjukkan musik, namun mereka sangat serius mengikuti diskusi dengan gaya dan latar belakangnya masing-masing," ungkap Tumpak mengingat pengalamannya di Jerman.

"Pada saat itu pun saya langsung tertegun dan bermimpi sembari mengatakan pada diri saya bahwa suatu saat, acara keren seperti ini akan saya buat di Indonesia. Saya tentunya iri dengan konsep festival yang dibuat para pemuda Jerman ini. Saya pun ingin anak muda Indonesia bisa maju."

©Mian Manurung | FES Indonesia

"Bagi saya festival ini adalah laboratorium hidup, tempat warga desa setempat bisa belajar bersama kami bagaimana membuat sebuah acara dan bagaimana bersiap untuk menjadi desa wisata."

©Mian Manurung | FES Indonesia

Panitia penyelenggara festival - Rumah Karya Indonesia - menekankan pada keterlibatan komunitas lokal secara aktif pada semua kegiatan festival, demikian dijelaskan oleh Tumpak.

Menurut alumni summer school ini, warga desa lokal diintegrasikan ke dalam festival; termasuk dengan memberikan 50% bagian biaya registrasi peserta untuk desa. Warga desa juga berkesempatan mengkreasikan kampung mereka untuk mempromosikan sebagai desa wisata. Efek ekonomi juga dirasakan langsung oleh warga, melalui keuntungan penjualan berbagai macam produk makanan, peralatan mandi dan berbagai kebutuhan lainnya.

Tumpak juga memastikan bahwa melalui festival ini, penyelenggara ingin turut menanamkan nilai peduli lingkungan hidup kepada seluruh peserta.

©Rumah Karya Indonesia

"Dalam praktiknya, seluruh peserta wajib melaporkan barang bawaan mereka yang berpotensi menjadi sampah, agar mereka dapat membawa pulang kembali sampah yang mereka bawa ke lokasi. Selain itu, kami juga menyediakan tempat sampah di puluhan titik dan membuat spanduk dengan cara manual untuk mengurangi limbah dan memanfaatkan kreativitas para seniman."

©Mian Manurung | FES Indonesia

FES Indonesia mendukung pelaksanaan Workshop Menulis dan Diskusi di tenda-tenda dengan 6 topik diskusi yang berbeda, yaitu: Anak Muda yang Memimpin: Menuju Indonesia 2045, Milenial Membangun Desa, Strategi Milenial Menghadapi Perubahan Era 4.0, Adakah Masa Depan di Danau Toba, Seni dan Masa Depan Industri Kreatif serta topik diskusi Milenial dan Dunia Tanpa Batas, Globalisasi dan Efeknya. Peserta dapat melakukan registrasi secara online sebelum acara atau langsung memilih topik diskusi ketika di lokasi.

"Saya berharap festival ini bisa berkelanjutan secara konsisten setiap tahunnya," ujar Tumpak dengan antusias pada hari ketiga festival.

"Mimpi saya agar anak muda Indonesia haruslah maju, cerdas dan kritis. Melalui festival ini pun, saya berharap bisa menjadi katalisator menuju proses itu."

 

Berikut tautan Instagram 1000tenda: https://www.instagram.com/1000tenda/

©Instagram | Rumah Karya Indonesia

Friedrich-Ebert-Stiftung
Indonesia Office

Jl. Kemang Selatan II No. 2A
Jakarta Selatan 12730
Indonesia

+62 21 7193711
+62 21 71791358

info(at)fes.or.id
www.fes.or.id

kembali ke atas